Diposting oleh
Cah Ingusan

INILAH.COM, Banjarbaru – Bank Indonesia (BI) menyatakan akan segera meluncurkan pecahan uang kertas dengan nominal Rp2.000 pertengahan tahun 2009 dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar.
Sebagaimana uang kertas lainnya yang menampilkan gambar pahlawan nasional, untuk pecahan Rp 2000 warna krem menampilkan gambar Pangeran Antasari, pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan (Kalsel), ungkap Pimpinan BI Banjarmasin Bramudija Hadinoto, di Banjarbaru, Kamis (11/6).
“Pencetakan mata uang kertas bergambar Pahlawan Nasional Pangeran Antasari dalam bentuk pecahan Rp2000 itu Insya Allah diluncurkan 6 Juli 2009 untuk memenuhi kebutuhan pasar,” tandasnya saat coffe morning di kota idaman Banjarbaru.
Dengan diterbitkannya uang pecahan yang bergambar pahlawan Nasional Pangeran Antasari tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat Indonesia lebih mengenal pahlawan asal Banjar Kalsel itu.
Sedangkan untuk gambar di sisi belakang Pangeran Antasari, pihak BI rencananya akan menampilkan gambar Tari Tradisional Suku Dayak asal Kalimantan yang juga bisa disebut tari giring-giring.
[sumber://http://www.inilah.com]
Diposting oleh
Cah Ingusan
INILAH.COM, Malang - Pada akhir 2009, seluruh desa yang ada di Indonesia ditargetkan bisa terjangkau jaringan telekomunikasi, bahkan terkoneksi dengan akses internet.
Menteri Komunikasi dan Informasi Prof Dr M Nuh, Jumat (12/6) mengatakan, dari total desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi sebanyak 31 ribu. Pada akhir 2009 dan paling lambat awal 2010 semua sudah tuntas jaringannya.
"Paling lambat awal tahun 2010 semua masyarakat pedesaan termasuk desa terpencil sekalipun sudah bisa menikmati jaringan telekomunikasi bahkan internet. Dan mereka juga sudah bisa mengoperasikannya," katanya di sela-sela peresmian akses intranet di Rumah Pintar Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Menurut mantan rektor ITS itu, untuk menyediakan jaringan akses telekomunikasi dan internet tersebut disediakan anggaran sekitar Rp 2 triliun pada tahun 2009.
Menkominfo berharap, setelah jaringan telekomunikasi tersambung di seluruh desa, yang menjadi pemikiran adalah keterjangkauan bagi masyarakat desa itu sendiri. Sebab dari akses internet tersebut masyarakat bisa melakukan transaksi ekonomi antarmasyarakat.
Selain menyiapkan sambungan atau jaringan telekomunikasi, katanya, yang tidak kalah penting adalah isi (content) dari jaringan internet itu sendiri terutama yang berkaitan dengan e-education dan e-health.
Ia mengakui, saat ini Depkominfo bersama beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), yakni ITB, UI, ITS, Unair dan Unpad serta ITS juga tengah melakukan kajian dan penelitian mengenai pengaruh internet terhadap sosial, ekonomi dan budaya dilingkungan masyasyarakat.
Penelitian tersebut, katanya, dalam kurun waktu enam bulan diharapkan sudah tuntas. "Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan sudah selesai agar hasinya bisa dijadikan acuan bagi kita untuk mengambil langkah selanjutnya," tegas M.Nuh.[ito]
[sumber:http://www.inilah.com]
Diposting oleh
Cah Ingusan
VHRmedia, Semarang – Ratusan pedagang Pasar Johar Semarang berunjuk rasa di kantor DPRD Jawa Tengah, Kamis (11/6). Mereka meminta Gubernur Bibit Waluyo membatalkan rencana pembongkaran pasar bersejarah ini.
Gubernur Bibit Waluyo yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng menemui para pengunjuk rasa. Namun pejabat Pemprov hanya menampung keluhan para pedagang.
Ketua Aliansi Masyarakat dan Pedagang Kawasan Pasar Johar Mudasir mengatakan, investor akan mulai membongkar pasar 15 Juni ini. “Pemkot Semarang tidak pernah terbuka soal ini. Karena itu, kami minta bantuan Gubernur.”
Lingkungan Pasar Johar dinilai menjadi penyebab terjadinya rob di kawasan kota lama Semarang. Namun, menurut para pedagang, penataan Pasar Johar tanpa perubahan paradigma tata kota tidak akan memperbaiki kondisi lingkungan sekitar. “Misalnya membuat pompa air atau mendesain ulang kawasan sekitar pasar. Tapi bukan membongkar pasarnya!” kata Mudasir. (E1)
(sumber : http://www.vhrmedia.com/)
Diposting oleh
Cah Ingusan